Sabtu, 09 Maret 2013

ANTUSIASME PESERTA DI HARI KEDUA


Selama ini, sebagian besar warga Kota Pekalongan memahami bahwa PMI mempunyai aktivitas donor darah. Hal tersebut yang membuat peserta mempunyai antusiasme besar dengan materi tersebut. Banyak peserta melontarkan pertanyaan seputar donor darah, baik yang pernah dialami, dilihat, atau didengar.

Uang Yang dikeluarkan bukan untuk membeli darah, melainkan untuk mengganti  Biaya Pengganti Pengolahan Darah” pungkas dr. Ani Sri Rahayu, ketua UDD PMI Kota Pekalongan.

Materi Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) yang disampaikan Marjuki, fasilitator pelatihan dan TSR PMI Kota Pekalongan mendapat sambutan dari para peserta. “Pentingnya pendidikan remaja sebaya disampaikan kepada anggota PMR agar anak mampu mengenali diri dan tumbuh kembangnya” jelasnya. Metode yang digunakan dengan ceramah dan memecahkan masalah.

“Sebagai pelaku Perawatan Keluarga (PK) tidak boleh menjanjikan kesembuhan bagi pasien, sakit yang diderita pasien belum tentu bisa sembuh karena obat, tapi bisa jadi pasien butuh dukungan motivasi dan keyakinan dari yang sehat.” Jawab Agit, fasilitator Perawatan Keluarga ketika ditanya salah satu peserta.

Peserta mengharapkan ada latihan secara kontinyu setelah selesai pelatihan untuk dapat melaksanakan praktik lanjutan tentang kepalangmerahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar