Minggu, 10 Maret 2013

HARI TERAKHIR, HARI YANG MENGGEMBIRAKAN


Siapa yang tidak suka jika kegiatan telah berakhir, apalagi yang mengikuti kegiatan sebagian besar adalah orang-orang yang sudah berkeluarga. Bagi mereka waktu tiga hari adalah waktu yang panjang untuk dihabiskan di kegiatan Pelatihan Pembina PMR, karena kebetulan bersamaan dengan kegiatan POPDA Kota pekalongan.

Jika diperhatikan, rata-rata peserta dari pelatihan ini adalah guru olahraga, sehingga harus membagi waktu untuk dua kegiatan, dan pastinya harus ada kegiatan yang dikorbankan. “Jika disuruh memilih, saya memprioritaskan POPDA daripada kegiatan pelatihan ini” celetuk Pak Misroni, Peserta pelatihan dari SMK Muhammadiyah Pekalongan.

Walau demikian, mereka tetap mengikuti kegiatan hingga acara selesai. Sedikit yang menampakkan muka kecewa, bahkan tidak tampak ketika kegiatan praktik lapangan dilaksanakan. Semangat peserta untuk mengetahui tentang cara Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga, Pendidikan Remaja Sebaya, dan Donor Darah.

Kegiatan yang berbentuk kelompok ini mampu membuka pikiran peserta untuk mengaktifkan kembali PMR yang ada di sekolah mereka masing-masing. Terbukti dengan antusiasme peserta menanyakan hal-hal teknis yang belum mereka pahami.

Ketika peserta melakukan microteaching beberapa kelompok berusaha mendapatkan referensi tidak hanya dari buku pedoman yang diberikan, namun dari internet. Seperti ketika materi PP kelompok yang diketuai pak Zainuri menampilkan video tentang praktik penanganan pembalutan.

Tidak kalah semangatnya, Pak Chaerudin menyampaikan materi tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar. Beberapa peserta yang menjadi audien pun diminta untuk mempraktikkan cara mencuci tangan yang baik dan benar.

Bu Yeyen, peserta dari SMP Islam Pekalongan menyampaikan tentang 7 prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dengan menggunakan metode permainan roda keberuntungan.

“Melatih PMR tidak perlu terburu-buru dapat menuntaskan materi dalam satu waktu, namun ambil salah satu poin yang ditekankan dalam satu pembahasan kemudian dijelaskan secara detail” disampaikan Pak Abdul fatah, salah satu fasilitator pelatihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar